Kamis, 09 Januari 2014

Sehat Berteknologi dalam penentu masa depan ANAK USIA DINI !



Di jaman yang super gaul ini, teknologi berkembang dengan begitu pesat baik berkembang dari tingkat usia dewasa ke remaja bahkan bisa mencapai ke tingkat usia dini. Usia dini ?  woooo , anak-anak sudah tidak asing lagi dengan teknologi. Namun jika terlalu dini teknologi diperkenalkan kepada anak, dampaknya akan menjadi kurang baik.



Di era 22 Teknologi tentu menjadi salah satu alat pilihan yang menjadi prioritas. Dengan bantuan ponsel pintar atau laptop yang canggih serasa hidup menjadi milik sendiri dengan segala informasi dunia bisa diambil. Teknologi mempunyai dampak berbeda bagi anak-anak. Di usia mereka yang masih sangat muda, teknologi dapat dengan mudah membuat pribadi mereka menjadi sangat berbeda dengan anak lain pada umumnya.



Untuk itulah, diperlukan bimbingan orang dewasa atau dampingan dari orang tua untuk memberikan pembatasan dan memberikan pembibingan pada anak agar anak tidak terpengaruh oleh teknologi karena jika anak usia dini tidak dibatasi maka anak bisa Terlalu Cepat Menjadi Dewasa, Menjadi Malas, Belajar Kekerasan.


sekian dari saya  :)

            Nama             : Hikmah Fajar Assidiq
Nama Dosen : Onno W. Purbo
Kampus         : Surya University

71 komentar:

  1. nice info. nitip sekalian gan http://muhammadraffifp.blogspot.com/

    BalasHapus
  2. wah keren.. itu anak kecilnya udah maen fb an aje tuh,, :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. dengan berkembangannya teknologi , ini sudah menjadi hal yg wajar namun perhatian dari orang tua harus di tingkatkan :)

      Hapus
  3. sangat bagus gan,, thanks ^^ nitip juga ya http://farhanalfaizi.blogspot.com/2014/01/pandangan-masyarakat-terhadap-teknology.html?showComment=1389318564914#c1787422565589943146

    BalasHapus
  4. sangat bagus sekali gan postingannya ... :)

    BalasHapus
  5. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  6. mudah2an blognya gk kayak namanya, sepi :-D
    soalnya artikelnya bagus nih gan..

    BalasHapus
  7. setuju kang... bagus informasinya...

    BalasHapus
  8. haha,, keren.. emang anak-anak sekarang pada suka dengan teknologi ketimbang main kejar-kejaran lagi hahahahaha

    BalasHapus
  9. haha ... iya run, menjadi orang dewasa harus memberikan contoh kpd anak" :)

    BalasHapus
  10. siph ... tulis artikel yang bagus terus :)

    BalasHapus
  11. bagus banged artikelnya bro, saya setuju dengan pendapat kau ..

    BalasHapus
  12. sama - sama ... terus menulis ya !

    BalasHapus
  13. bagus jar,,,,bagus jar,,,,bagus jar,,,,bagus jar,,,,,bagus jar,,,,bagus jar

    BalasHapus
  14. Good jaar . mampir http://egadewaa.blogspot.com

    BalasHapus
  15. Betul itu broww, anak2 zaman sekarang dalam menggunakan perkembangan teknologi ini harus diawasi karena sering terjadi kesalahpahaman dan penyalahgunaan terhadap apa yang mereka ketahui tentang penggunaan teknologi tersebut..Good

    BalasHapus
  16. iya bro, kita harus mengawasi anak-anak :)

    BalasHapus
  17. emg teknlogi sangat berguna untuk usia dini dalam membuat orang semakin pandai,mantap deh post kamu

    BalasHapus
  18. good
    emang anak sekarang tidak jauh dati teknologi

    http://ilmupengetahuanteknologie.blogspot.com

    BalasHapus
  19. Nice info. Thx for sharing.
    http://wahyurohmans.blogspot.com/2014/01/bukti-adanya-chip-dalam-e-ktp.html
    Liat juga blogku gan

    BalasHapus
  20. semoga bermanfaat untuk orang tua ya bro. nitip lapak juga http://katabryan.blogspot.com

    BalasHapus
  21. Saya membaca statement "pembatasan dan memberikan pembibingan pada anak agar anak tidak terpengaruh oleh teknologi karena jika anak usia dini tidak dibatasi maka anak bisa Terlalu Cepat Menjadi Dewasa, Menjadi Malas, Belajar Kekerasan."

    Bagaimana bisa teknologi dapat memicu anak menjadi dewasa, malas dan belajar kekerasan? Saya pikir anda perlu menjelaskan lebih dalam dan memberikan contoh konkrit sehingga tidak ambigu. Salam. :)

    BalasHapus
  22. Maaf kalau komentar saya terkesan sok tahu, tapi semoga sedikit kritikan ini bisa membantu ya...
    Pertama-tama sisi positifnya dulu
    Topik yang diangkat sangat menarik menurut saya. Memang teknologi mengubah pola kehidupan anak-anak sekarang. Dan saya setuju kalau perubahan ini tidak sepenuhnya baik

    Beberapa hal yang saya cermati dari penulisan artikel ini antara lain:
    - Bahasa yang digunakan
    Sebaiknya kalau memakai bahasa baku, ya.. pakai baku semua. Kalau bisa jangan dicampur. Terutama pada paragraf pertama yang terjebak antara bahasa curhat dengan bahasa baku.
    - Pokok pikiran paragraf
    Paragraf yang baik itu mengandung satu pokok pikiran yang didukung oleh seluruh kalimat di dalam pragraf tersebut, saya yakin saudara sudah tahu. Paragraf kedua adalah yang paling kelihatan. Kenapa ketika membahas "alat-alat teknologi" (koreksi kalau salah) tetapi kemudian "dampak teknologi terhadap anak-anak".
    - Artikel kurang menjelaskan judul
    Judul artikel ini adalah "Sehat Berteknologi dalam penentu masa depan ANAK USIA DINI !". Saya berharap ketika membaca judul ini, di dalam artikel ini akan menjelaskan tentang "sehat berteknologi untuk anak" itu seperti apa. Akan tetapi di dalam artikel hanya paragraf ketiga yang sedikit menyinggung tentang "sehat berteknologi untuk anak" ini.
    - Artikel ini kurang panjang
    Seharusnya cukup jelas maksudnya. Panjang yang saya maksud di sini adalah "panjang yang berisi" bukan "panjang yang berbelit-belit". Memang artikel ini cukup berisi, akan tetapi banyak poin yang tidak dibahas atau dicantumkan. Jangan malas untuk menulis sesuatu cukup panjang. Mungkin bahkan komentar saya ini sama panjangnya dengan apa yang saya komentari.

    Hal-hal sepele yang seharusnya diperhatikan:
    - Penulisan judul
    Jika saudara menginginkan penulisan artikel ini dalam bahasa baku, maka seharusnya penulisan judul juga mengikuti kaidah yang ada. Coba cari di buku yang membahasa tata tulis untuk karya ilmiah.
    - Penulisan kalimat-kalimat lain
    "Gaul", "Woo amzing" (yang bener "Wow amazing" jika mengikuti bahasa Inggris). Dan sekali lagi jika menginginkan baca buku ya.
    - Perhatian dengan dunia sekitar
    Entah apa maksud dari "era 22". Jika yang dimaksud "abad 22":
    Pertama penulisan salah, jika menuliskan abad dalam angka romawi.
    Kedua, seharusnya saya tidak perlu menyebutkan, ini tahun 2014, jadi masih "abad XXI".
    Tetapi jika memang "era" yang digunakan tidak sama dengan "abad" saya mohon maaf.

    Sekali lagi saya mohon maaf apabila ada tutur tulisan kata saya yang salah dan tidak sesuai kaidah EYD. Saya juga masih belajar, jadi mari sama-sama belajar. Semoga sukses kuliahnya.

    BalasHapus
  23. Tapi tetep semangat nulisnya ya :)
    Karena menulis itu... menyenangkan menurut saya

    BalasHapus
  24. bagus! perhatikan cara penulisannya :)

    BalasHapus
  25. owh jadi begitu, baru tau saya... lanjutkn gan !

    BalasHapus